Halaman

Senin, 09 Januari 2012

Materi PMR : Kesiapsiagaan Bencana


Siap : mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan.
Kesiapsiagaan : kemampuan, kemandirian untuk meningkatkan dan memahami setiap tindakan yang diambil.
Bencana : kejadian yang disebabkan oleh alam dan manusia yang dapat menimbulkan kerugian, kerusakan dan kematian.
Kesiapsiagaan bencana adalah tindakan untuk mengurangi tingkat resiko bencana yang meliputi upaya pencegahan, meminimalisir dampak bencana.

Ì  Tujuan :
-          mengurangi tingkat resiko
-          mengurangi kerugian
-          mengurangi kerusakan
-          mengurangi dampak negatif bencana
-          meningkatkan kesadaran dan kepedulian akan pentingnya mengantisipasi bencana serta membangkitkan kepekaan sosial untuk bersama-sama menanggulangi bencana.

Ì  Apa saja yang dilakukan sebelum bencana :
-          memberi tanda peringatan kepada masyarakat
-          menentukan tempat yang dijadikan pusat informasi
-          menyepakati dan menentukan tanda-tanda peringatan dini
-          penyediaan alat komunikasi
-          melakukan latihan dan simulasi peringatan dini

Ì  Yang dilakukan saat bencana
-          mencari tempat yang aman
-          mengumumkan saat terjadinya bencana dengan menggunakan tanda-tanda yang telah disepakati
-          memberitahukan apa yang harus dilakukan supaya tidak terjadi kepanikan.
-          Memberikan informasi kepada kelompok-kelompok kerja lainnya seperti kelompok pertolongan pertama, kelompok penyelamat, kelompok evakuasi, kelompok tenda dan dapur umum.

Ì  Apa saja yang dilakukan setelah bencana :
-          mengumumkan keadaan dan masyarakat dapat kembali ke rumah berdasarkan informasi dari lembaga atau pihak yang berwenang
-          mengingatkan masyarakat untuk tetap siaga menghadapi bahaya.

Materi ini dibawakan pada Diklatsar PMR SMAN 1 Pammana tahun 2009

Jumat, 06 Januari 2012

Plantae


PLANTAE

A. TUMBUHAN LUMUT ( BRYOPHYTA )
1. Ciri – ciri lumut antara lain sebagai berikut ;
  1. Habitat
Lumut hidup di tempat – tempat yang lembap di tanah dan pohon. Ada pula yang hidup di air tetapi ciri khas tumbuhan darat masih tampak, yaitu sporanya dilingdungi kitin untuk mencegah kekeringan

  1. Tubuh
Ø  Tumbuhan lumut belum digolongkan tumbuhan talus karena belum mempunyai akar, batang, dan daun sejati.
Ø  Sel – sel penyusun tubuhnya telah memiliki dinding sel yang terdiri dari selulosa
Ø  Pada tumbuhan yang tergolong lumut terdapat persamaan bentuk susunan gametangiumnya terutama susunan arkegoniumnya
Ø  Tidak terdapat xilem dan floem
Ø  Pada tumbuhan lumut hanya terdapat pertumbuan memanjang dan tidak ada pertumbuhan membesar.
Ø  Rizoid tampak seperti rambut/benang – benang, berfungsi sebagai akar untuk melekat pada tempat tumbuhnya dan menyerap air serta garam – garam.
Ø  Struktur sporofit terdiri atas, vahinula, seta, apofisis, kaliptra, dan kolumela.
Ø  Generasi gametofit adalah generasi haploid ( generasi n ) dan berupa tumbuhan lumut
Ø  Generasi sporofit adalah generasi diploid ( generasi 2n ) dan merupakan generasi penghasil spora.

  1. Reproduksi
Ø  Reproduksi vegetatif
Dengan menggunakan bagian talus tua yang memisahkan diri, kemudian tubuh menjadi talus baru. Contoh pada lumut hati
Ø  Reproduksi generatif
Dengan oogamimi, yaitu peleburan spermatozoid dengan ovum.

2.  Klasifikasi Tumbuhan Lumut
Ø  Kelas Hepaticeae ( lumut hati ). Contoh : Marchantia polymorpha
Ø  Kelas Musci ( lumut daun ). Contoh : Polytrichum densitolium dan Pogonatum microstamun
Ø  Anthocerotaceae ( lumut tanduk ). Contoh : Anthoceros laevis.


3.      Manfaat Tumbuhan Lumut
Tumbuhan lumut tidak berperan langsung dalam kehidupan manusia, tetapi ada spesies tertentu yang dimanfaatkan oleh penduduk untuk mengobati hepatitis, yaitu Marchantia polymorpha. Selain itu jenis – jenis lumut gambut dari genus Sphagnum dapat digunakan sebagai pembalut atau pengganti kapas.

B. TUMBUHAN PAKU ( PTERIDOPHYTA )
1.      Ciri – ciri tumbuhan paku sebagai berikut;
  1. Struktur tubuh
Ø  Akar bersifat seperti akar serabut, ujungnya dilingdungi kaliptra yang terdiri atas sel – sel yang dapat dibedakan dengan sel – sel alarnya sendiri.
Ø  Batang pada sebagian besar jenis tumbuhan paku tidak tampa karena terdapat di dalam tanah berupa rimpang. Mungkin menjalar atau agak tegak..
Ø  Daun selalu melingkar dan menggulung pada usia muda.

  1. Habitat
Tempat hidup tumbhan paku di segala tempat, terutama di tempat – tempat yang lembap ( higrofit ) di tempat kering dan terbuks, di air, sebagai tumbuhan saprofit dan epifit ( menempel ).

  1. Reproduksi
Reproduksi tumbuhan paku dapat secara aseksual, yakni dengan stolon yang menghasilkan gemma ( tunas ). Reproduksi secara seksual melalui pembentukan sel kelamin jantan dan betina.

2.      Klasifikasi Tumbuhan Paku
Ø  Kelas Psilophytinae ( paku purba )
Ø  Kelas Equisetinae ( paku ekor kuda )
Ø  Kelas Lycopodinae ( paku kawat/paku rambut )
Ø  Kelas Filicinae ( paku pakis )

3.      Manfaat Tumbutahn Paku
Ø  Sebagai tanaman hias, misalnya : paku suplir, paku sarang burung, dan paku simbar menjangan.
Ø  Sebagai tanaman untuk sayuran, misalnya : paku semanggi dan paku pakis
Ø  Sebagai bahan obat tradisional, misalnya : rimpang ( rhizoma ) paku Dryopteris untuk obat cacing
Ø  Dipergunakan sebagai pupuk hijau, misalnya paku Azolla pinnata bersimbiosis dengan alga Anabaena

Ø  Pembentuk batu bara, misalnya sisa – sisa pohon tumbuhan paku golongan Lepido dendrales yang telah tertimbun tanah ratusan tahun membentuk batu bara.
Ø  Untuk bingkai karangan bunga, misalnya paku tiang dan paku resam

C. TUMBUHAN BIJI ( SPERMATOPHYTA)
1. Ciri – ciri tumbuhan biji sebagai berikut :
Ø  Reproduksi generatif menghasilkan biji
Ø  Alat perkembangbiakan tampak jelas,ayitu bunga atau strobilus
Ø  Mempunyai akar, batang, dan daun sejati
Ø  Adanya berkas pembuluh
Ø  Kandung lembaganya terlindung di dalam ovula

2. Klasifikasi Tumbuhan Biji
            Berdasarkan letak bijinya, tumbuhan biji dikelompokkan menjadi 2 kelompok, yaitu
  1. Gymnospermae ( Berbiji Terbuka )
Gymnospermaeterdiri dari :
Ø  Kelas Cycadinae. Contoh : pakis haji
Ø  Kelas Coniferae. Contoh : damar, cemara
Ø  Kelas Gnetinae. Contoh : melinjo
  1. Angiospermae ( Berbiji Tertutup )
Angiospermae terdiri dari 2 kelas, yaitu ;
Ø  Kelas monokotil ( berkeping satu )
Ø  Kelas dikotil ( berkeping dua )

Perbedaaan
Monokotil
Dikotil
a. Jumlah kotiledon
1 ( satu )
2 ( dua )
b. sistem akar
Akar serabut
Akar tunggang
c. Batang
Tidak bercabang dan tidak berkambium
bercabang dan berkambium
d. Jumlah kelipatan bunga
Kelipatan 3
Kelipatan 4 atau 5
e. Tulang daun berkas Pembuluh
Sejajar, melengkung
Menyirip, menjari
f. Berkas pembuluh
Tersebar
teratur

            Kelas monokotil meliputi famili, antara lain :
  1. Liliaceae, contoh : kembang sungsang
  2. Poaceae, contoh : padi
  3. Zingiberaceae, contoh : jahe
  4. Musaceae, contoh : pisang
 Kelas dikotil meliputi beberapa famili, antara lain :
a.       Malvaceae, contoh : lamtoro
b.      Moraceae, contoh : beringin
c.       Euphorbiaceae, contoh : karet
d.      Rubiaceae, contoh : kopi

3. Manfaat tumbuhan biji
Ø  Sumber makanan
Ø  Bahan minuman
Ø  Bahan sandang
Ø  Bahan obat – obatan
Ø  Bahan bangunan

Rabu, 04 Januari 2012

Materi PMR : Ke-PMR-an


Ì Dasar PMR ; sejarah PMR
PMR dibentuk oleh PMI pada tanggal 25 – 27 Januari 1950. pada awalnya bukan PMR tapi Palang merah pemuda.
Di luar negeri PMR diawali ketika situasi perang. Di negara yang perang melibatkan siswa yang menjadi juru rawat paara prajurit
Ì Organisasi PMR di sekolah
Kedudukan PMR disekolah ada perjanjian yang mengatur. Intinya mengatur mekanisme perlaksanaan PMR disekolah dan PMR di bawah seksi Ksegaran Jasmani. Ketika sekolah terbentuk PMR mutalk terbentuk karena ada yang mengatur.
Ì Susunan pengurus PMR di sekolah
-          Pembina PMR : kepala Sekolahm negatur teknis pelaksanaan
-          Pembina teknis PMR : pembina yang ada di sekolah atau pegawa TU. Membantu kepala sekolah dalam menjalankan teknis pelaksanaan.
-          Pengurus Harian PMR, terdiri dari
Pengurus Inti
ü  Ketua ( komandan )
ü  Seorang wakil ketua )
ü  Seorang sekertaris
ü  Seorang bendahara
ü  Komandan 1,2,3…..dst
Penguru Bidang ( Komadan bidang )
ü  Ketua Unit Bakti Masyarakat
ü  Ketua Unit Kesehatan
ü  Ketua Unit Persahabatan
ü  Ketua Unit Umum

Ì Syarat – syarat jadi enggota PMR
-          WNI
-          Berusia anatar 7 – 21 tahun dan belum menikah ataua siswa SD – SMA / MA
-          Dapat membaca dan menulis
-          Kemauan sendiri
-          Mendapat persetujuan dari orang tua atau wali
-          Bersedai mengikuti Diklat
-          Setelah diklat bersedia mengikuti atau melaksanakan tugas – tugas kepalangmerahan secara sukarela.
Ì Keanggotaan berakhir jika :
-          Meninggal
-          Minta berhenti
-          Diberhentikan secara tidak terhormat
-          Tidak memenuhi syarat jika ditinjau dari umur
Ì Jenjang
-          PMR Mula     ==> SD mulai kelas 1 – 6 atau 7 – 12 tahun
-          PMR Remaja ==> SMP 12 – 16 tahun
-          PMR Wira     ==>  SMA 16 – 21 tahun


Materi ini dibawakan pada Diklatsar PMR SMAN 1 Pammana tahun 2009

Senin, 02 Januari 2012

Materi PMR : Sejarah Palang Merah



GERAKAN PALANG MERAH DAN
BULAN SABIT MERAH INTERNASIONAL

 
Latar belakang terbentuknya Palang Merah sebagai Lembaga Kemanusiaan
Adanya perjuangan tanpa pamrih dan didorong oleh sentuhan batin terhadap penderitaan yang dialami oleh prajurit – prajurit di medan operang.
Ada 2 perang yang melatar belakangi terbentuknya Palang Merah.
1. Perang Krimea
              Perang yang  terjadi antara Rusia melawan Turki yang dibantu oleh Inggris dan Prancis pada Maret 1854 sebelum Perang Dunia I.
            Pada perang ini sekitar 60% prajurit yang sakit dan luka hampir dikatakan tidak dapat ditolong karena kurangnya perawatan. Pada saat itu terkenal pengorbanan seorang gadis ( yang dikenal sebagai cikal bakal palang merah dan dikenal sebagai perawat pertama ) yang bernama Florence Nigtingale lahir tanggal 12 Mei 1820 di kota Flotentiville, Itali. Bapaknya adalah William Edward Shore dan ibunya adalah Frances Smith. Masa kecilnya di London dan dia merupakan keturunan bangsawan.dia lebih senang bergaul dengan rakyat biasa daripada dengan bangsawan. Karena didorong oleh kepribadiannya itu, dia masuk sekolah perawat yang pada masa itu orang Inggris menganggap perawat itu hina.
            Ketika terjadi perang krim, ia langsung mendaftar sebagai juru rawat. Pada saat itu haya ada 14 ornag perawat dan 24 orang biarawati.
            Selama musim dingin pada perang itu, Florence telah melepas kepergian 2.000 prajurit. Dia dikenal sebagai gadis lentera karena dia sering mengelilingi barak prajurit sampai larut malam dengan membawa lentera. Florence berada di tengaha medan perang selama 2 tahun. Pengeabdian Florence ini akhirnya menjadi inspirasi dari seorang tokoh yang terlibat dalam satu perang yang melatarbelakangi terbantuknya Palang Merah yaitu Jean Henry Dunant yang dikenal sebagai Bapak Palang Merah Internasional.
2. Perang Solferino
            Solverino adalah nama sebuah kota kecil di Italia. Perang ini terjadi antara Austria melawan Prancis terjadi pada tahun 1859 yang berlangsung selama 15 jam sepanjang 24 km. 1500 perwira dan 80.000 prajurit tewas. Di perang ini Henry Dunat berperan yang kebetulan terjebat di dalam perang itu karena ada urursan bisnis. Setelah menghabiskan waktu di Solverino dia menulis buku dengan judul “Un Sovenir The Solverino”. Buku ini menceritakan penderitaan prajurit perang dan mengungkapkan keinginannya untuk mendirikan organisasi untuk menolong korban perang dan di bawa ke Swiss kampung halamannya dan disambut baik oleh Gustave Moyner yang merupakan ketua Masyarakat Sosial Jenewa. Lalu Gustave membentuk Panitia 5 atau disebut Committee 5, yang terdiri dari : Gustave Moyner sebagai ketua, Henry Dunant sebagai sekertaris, anggota : dr. Louis appia, dr. Theodore Mavmoir, Jendral Guillene. Komita inilah yang merangcang Gerakan Palang Merah yang disebut sebagai Komite Tetap Internasional  untuk Pertolongan Prajurit di Medan Prerang. Pada saat iu ada 16 negara ( umumnya dari Eropa). Kenvensi pertama pada tanggal 26 – 29 Oktober 1863 ditetapkan nama Komite Internasional Palang Merah, juga ditetapkan anggotanya harus memakai ban putih di lengan dengan lambang palang merah.
            Sebagai penghormatan kepada orang Swiss yang menyelenggarakan gerakan tersebut dan untuk menghormati Henry Dunant ditetapkan lambang palang merah di atas dasar putih yang merupakan kebalikan dari Bendera Siwiss.
Selain lamabang palang merah juga dikenala lambang lain, yaitu :
Bulan Sabit Merah
Anggota – anggota palang merah dari negara – negara Islam keberatan dengan lambang palang merah karena identik dengan agama Kristen.
Sinar Matahari Terbit digunakan oleh Iran.


Materi ini dibawakan pada Diklatsar PMR SMAN 1 Pammana tahun 2009

Sabtu, 31 Desember 2011

Physics? Oh No!!!


Coret-coret dulu berbagi kisah yang mungkin bisa menginspirasi *ngarep*.  Kenal dengan Fisika? *terlalu kalau tidak*
Hmmm mendengar kata itu saja mungkin sudah membuat kita ogah untuk dekat2 apalagi buat teman-teman yang masih duduk di bangku sekolahan (atau mungkin di bangku kuliahan juga *hehe*). Ya, waktu saya SMA dulu Fisika memamng ‘dituduh’ sebagai matapelajaran yang paling sukar dan paling tidak disukai oleh para siswa dan siswi karena merupakan gabungan berbagai konsep ilmu pengetahuan lain. Jujur saya pun dulu tidak suka fisika *buka kartu* tapi menurut saya matematika justru lebih sulit daripada fisika.
Nah, kembali lagi pada titik awal(?) nah bagaimanakah cara supaya kita menyukai mata pelajaran / mata kuliah yang kita tidak sukai karena mau tidak mau, suka tidak suka kita akan tetap ketemu juga sama mereka kan?
Waktu saya masih SMA, sebut saja masih duduk di bangku SMAN 1 Pammana, guru Fisika saya pernah bilang begini atau maksud dari perkataannya seperti ini *kurang-lebih sepengingatanku*, “Jika kalian tidak suka pada suatu hal atau mata pelajaran jangan jauhi dia tapi dekatilah dia. Dengan kata lain sukailah mata pelajaran itu. Kalau kita suka akan lebih mudah untuk memahaminya dan dengan senang hati mempelajarinya.” Kurang lebih begitulah maksud dari perkataan beliau *maaf rekayasa sedikit soalnya kabur* *taboked*
Saya bisa simpulkan bahwa kita perlu ‘jatuh cinta’ dulu sama mata pelajaran itu baru untuk menunjang kualitas pemahaman kita tentang mata pelajaran/mata kuliha tersebut. Dengan cinta semua terasa mudah *asal jangan tai kucing rasa cokelat saja ==’*.Jadi jangan musuhi mata pelajaran yang tidak disukai tapi cobalah untuk menyukainya dengan memikirkan kepentingannya atau manfaatnya mungkin. Bagaimana dengan saya sendiri? Hmm biar saya tidak jago tapi saya sudah fall for fisika walau cuma sedikit dengan kata lain sudah suka fisika lah walau tak seperti saya suka Bahasa Inggris.
Sekian cerita saya mudah-mudahan bisa direnungkan *plak* paling tidak memotivasilah.
Sorry for wasting  your time reading my story. Have a nice day ^^